Tashrif Istilahi dan Lughawi: Perbedaan dan Contohnya
Tashrif adalah inti kerja ilmu sharaf. Ada dua jenis tashrif: istilahi dan lughawi. Memahami keduanya membuka pintu menghafal pola-pola kata Arab. Artikel ini bagian dari panduan lengkap ilmu sharaf.
Tashrif Istilahi
Tashrif istilahi adalah perubahan satu kata dasar menjadi berbagai bentuk turunan yang berbeda makna: dari fi'il madhi ke mudhari', masdar, isim fa'il, isim maf'ul, fi'il amr, fi'il nahi, dan seterusnya.
Contoh tashrif istilahi dari نَصَرَ:
| Bentuk | Kata | Makna |
|---|---|---|
| Fi'il madhi | نَصَرَ | telah menolong |
| Fi'il mudhari' | يَنْصُرُ | sedang menolong |
| Masdar | نَصْرًا | pertolongan |
| Isim fa'il | نَاصِر | penolong |
| Isim maf'ul | مَنْصُوْر | yang ditolong |
| Fi'il amr | اُنْصُرْ | tolonglah! |
| Fi'il nahi | لَا تَنْصُرْ | jangan menolong! |
Tashrif Lughawi
Tashrif lughawi adalah perubahan satu bentuk fi'il mengikuti pelakunya (dhamir): dia lk, dia pr, mereka, kamu, saya, dan seterusnya — sebanyak 14 dhamir.
Contoh tashrif lughawi fi'il madhi نَصَرَ:
| Pelaku | Bentuk |
|---|---|
| Dia (lk) 1 | نَصَرَ |
| Mereka berdua (lk) | نَصَرَا |
| Mereka (lk) | نَصَرُوْا |
| Dia (pr) | نَصَرَتْ |
| Kamu (lk) | نَصَرْتَ |
| Saya | نَصَرْتُ |
| Kami | نَصَرْنَا |
Perbedaan Keduanya
| Aspek | Tashrif Istilahi | Tashrif Lughawi |
|---|---|---|
| Perubahan berdasarkan | Jenis bentuk kata | Pelaku (dhamir) |
| Menghasilkan | Makna baru berbeda | Makna sama, pelaku beda |
| Contoh | نَصَرَ → نَاصِر | نَصَرَ → نَصَرُوْا |
Contoh dalam Al-Quran
Surat Ali 'Imran ayat 160: اِنْ يَّنْصُرْكُمُ اللّٰهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ — kata يَنْصُرُ (bentuk tashrif istilahi dari نَصَرَ). Surat An-Nashr ayat 1: نَصْرُ اللّٰهِ — نَصْر adalah masdar.
Kesimpulan
Tashrif istilahi mengubah kata menjadi berbagai bentuk bermakna beda, sedangkan tashrif lughawi mengubah fi'il mengikuti pelakunya. Keduanya adalah keterampilan hafalan inti dalam sharaf. Lanjutkan ke Wazan Fi'il Tsulatsi Mujarrad dan Mazid.
Wallahu a'lam bish-shawab.