Masdar: Pengertian, Macam, dan Contohnya dalam Al-Quran
Masdar adalah kata dasar yang menunjukkan suatu perbuatan tanpa terikat waktu, seperti "pertolongan", "bacaan", dan "kesabaran". Masdar adalah sumber lahirnya fi'il dan banyak isim turunan. Artikel ini bagian dari panduan lengkap ilmu sharaf.
Pengertian Masdar
Masdar adalah isim yang menunjukkan makna perbuatan/kejadian secara mutlak tanpa terikat waktu. Contoh: نَصْر (pertolongan), عِلْم (ilmu/pengetahuan), صَبْر (kesabaran).
Sebagian ulama menyebut masdar sebagai asal kata, dari mana fi'il, isim fa'il, dan isim maf'ul diturunkan.
Macam-macam Masdar
1. Masdar Sharih
Masdar yang tegas berupa satu kata. Ini bentuk masdar yang paling umum. Contoh: شُكْر (syukur), حَمْد (pujian).
2. Masdar Muawwal
Masdar yang tersusun dari اَنْ + fi'il, yang bisa "ditakwil" menjadi masdar. Contoh: اَنْ تَصُوْمُوْا (bahwa kalian berpuasa) ditakwil menjadi صِيَامُكُمْ (puasa kalian).
3. Masdar Mimi
Masdar yang diawali mim tambahan, mengikuti wazan مَفْعَل. Contoh: مَدْخَل (tempat/cara masuk).
Contoh Masdar dalam Al-Quran
Masdar sharih — Surat An-Nashr ayat 1:
اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُ
نَصْر dan فَتْح keduanya masdar sharih.
Masdar muawwal — Surat Al-Baqarah ayat 184: وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ — اَنْ تَصُوْمُوْا (bahwa kalian berpuasa) adalah masdar muawwal yang berkedudukan sebagai mubtada, rafa' secara mahal.
Masdar sebagai maf'ul muthlaq — Surat Al-Muzzammil ayat 8: وَتَبَتَّلْ اِلَيْهِ تَبْتِيْلًا — تَبْتِيْلًا masdar yang menegaskan fi'il.
Kesimpulan
Masdar adalah kata yang menunjukkan perbuatan tanpa terikat waktu, terbagi menjadi sharih, muawwal, dan mimi. Ia adalah sumber turunan kata dan sering menjadi maf'ul muthlaq dalam ayat. Lanjutkan ke bab terakhir sharaf: Fi'il Shahih dan Fi'il Mu'tal.
Wallahu a'lam bish-shawab.