Laa Nafiyah lil Jinsi: Kaidah dan Contohnya dalam Al-Quran

Dengarkan Artikel

Laa nafiyah lil jinsi adalah huruf لَا yang berfungsi meniadakan seluruh jenis. Contoh paling agung adalah kalimat tauhid لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ. Artikel ini menuntaskan panduan huruf nahwu.

Laa Nafiyah lil Jinsi: Kaidah dan Contohnya dalam Al-Quran
Gambar: Laa Nafiyah lil Jinsi: Kaidah dan Contohnya dalam Al-Quran

Pengertian

Laa nafiyah lil jinsi adalah لَا yang menafikan (meniadakan) keberadaan seluruh jenis isim setelahnya secara pasti, bukan sekadar satu. Maknanya "tidak ada ... sama sekali".

Amal Laa Nafiyah lil Jinsi

Amalnya seperti inna:

  • Menashabkan isim-nya (isim laa).
  • Merafa'kan khabar-nya (khabar laa).

Bila isimnya mufrad (bukan mudhaf/syibhul mudhaf), ia dibina atas fathah tanpa tanwin, seperti لَا رَجُلَ.

Syarat Beramal

  1. Isim dan khabarnya berupa nakirah.
  2. Tidak dipisah antara لَا dan isimnya.
  3. لَا tidak didahului huruf jar.

Contoh dalam Al-Quran

Surat Al-Baqarah ayat 2:

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ فِيْهِ

"Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya."

  • لَا = laa nafiyah lil jinsi.
  • رَيْبَ = isim laa, mabni atas fathah (menempati posisi nashab).
  • فِيْهِ = jar-majrur berkedudukan sebagai khabar laa.

Contoh teragung, kalimat tauhid dalam Surat Muhammad ayat 19 dan lainnya:

لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ

"Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah."

اِلٰهَ adalah isim laa, mabni atas fathah, meniadakan seluruh jenis sesembahan; lalu dikecualikan dengan اِلَّا اللّٰهُ.

Kesimpulan

Laa nafiyah lil jinsi meniadakan seluruh jenis, menashabkan isimnya dan merafa'kan khabarnya. Contoh paling penting adalah kalimat tauhid. Dengan ini pilar Huruf tuntas. Lanjutkan ke pilar terakhir: Sharaf.

Wallahu a'lam bish-shawab.

alquranahwu
alquranahwuTerverifikasi Assalamu'alaikum. Saya pengelola Alquran Nahwu (alquranahwu.com), situs belajar Ilmu Nahwu, i'rab, dan sharaf langsung dari ayat-ayat Al-Quran dengan bahasa yang sederhana. Berawal dari keresahan bahwa banyak muslim ingin memahami Al-Quran namun terhambat tata bahasa Arab, saya menyusun materi bertahap dari nol: dari mengenal kalimat isim, fi'il, dan huruf, hingga membedah kedudukan kata dalam setiap ayat. Tujuan saya sederhana—membantu pembaca membaca Al-Quran bukan sekadar melafalkan, tetapi memahami maknanya melalui kaidah nahwu. Semua konten gratis, ringan dibaca, dan disusun agar bisa dipelajari mandiri di mana saja. Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah. Barakallahu fiikum.

Posting Komentar untuk "Laa Nafiyah lil Jinsi: Kaidah dan Contohnya dalam Al-Quran"