Isim Isyarah dan Isim Maushul beserta Contohnya

Dua kelompok isim ma'rifat yang mabni dan sangat sering muncul adalah isim isyarah (kata tunjuk) dan isim maushul (kata sambung). Keduanya membantu kita menunjuk dan menghubungkan makna dalam ayat. Artikel ini bagian dari panduan lengkap isim.

Isim Isyarah dan Isim Maushul beserta Contohnya
Gambar: Isim Isyarah dan Isim Maushul beserta Contohnya

Isim Isyarah (Kata Tunjuk)

Isim isyarah adalah isim yang digunakan untuk menunjuk sesuatu, seperti "ini" dan "itu". Ia dibedakan berdasarkan jarak (dekat/jauh) dan jumlah/jenis.

MaknaDekatJauh
Ini/itu (lk tunggal)هٰذَاذٰلِكَ
Ini/itu (pr tunggal)هٰذِهٖتِلْكَ
Ini/itu (jamak)هٰٓؤُلَاۤءِاُولٰۤئِكَ

Sebagian besar isim isyarah bersifat mabni (kecuali bentuk mutsanna). Contoh, Surat Al-Baqarah ayat 2:

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ فِيْهِ

"Kitab (Al-Quran) itu tidak ada keraguan padanya."

ذٰلِكَ adalah isim isyarah, mabni, kedudukan rafa' sebagai mubtada. الْكِتٰبُ menjadi khabar (atau badal menurut sebagian ulama).

Isim Maushul (Kata Sambung)

Isim maushul adalah isim yang membutuhkan kalimat penyambung (shilah) setelahnya untuk menyempurnakan maknanya, seperti "yang". Semua maushul mabni (kecuali mutsanna).

MaknaArab
Yang (lk tunggal)الَّذِيْ
Yang (pr tunggal)الَّتِيْ
Yang (lk jamak)الَّذِيْنَ
Yang (pr jamak)اللّٰتِيْ / اللّٰئِيْ

Contoh, Surat Al-Fatihah ayat 7:

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ

"(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka."

الَّذِيْنَ adalah isim maushul, mabni, kedudukan jar sebagai mudhaf ilaih. Kalimat اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ adalah shilah maushul yang tidak memiliki kedudukan i'rab.

Perbedaan Keduanya

Isim isyarah menunjuk langsung sesuatu yang bisa "dilihat" atau dibayangkan, sedangkan isim maushul menghubungkan ke sifat/peristiwa yang dijelaskan kalimat setelahnya. Isyarah butuh musyar ilaih (yang ditunjuk); maushul butuh shilah (kalimat penyambung).

Kesimpulan

Isim isyarah menunjuk sesuatu (ini/itu), isim maushul menghubungkan ke penjelasan setelahnya (yang). Keduanya mabni dan termasuk isim ma'rifat. Lanjutkan ke kedudukan isim yang paling dasar dalam kalimat: Mubtada dan Khabar.

Wallahu a'lam bish-shawab.

alquranahwu
alquranahwuTerverifikasi Assalamu'alaikum. Saya pengelola Alquran Nahwu (alquranahwu.com), situs belajar Ilmu Nahwu, i'rab, dan sharaf langsung dari ayat-ayat Al-Quran dengan bahasa yang sederhana. Berawal dari keresahan bahwa banyak muslim ingin memahami Al-Quran namun terhambat tata bahasa Arab, saya menyusun materi bertahap dari nol: dari mengenal kalimat isim, fi'il, dan huruf, hingga membedah kedudukan kata dalam setiap ayat. Tujuan saya sederhana—membantu pembaca membaca Al-Quran bukan sekadar melafalkan, tetapi memahami maknanya melalui kaidah nahwu. Semua konten gratis, ringan dibaca, dan disusun agar bisa dipelajari mandiri di mana saja. Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah. Barakallahu fiikum.

Posting Komentar untuk "Isim Isyarah dan Isim Maushul beserta Contohnya"